JALAN DI ATAS PADANG PASIR

Kisah 1440 tahun lalu akan terkenang

Di saat malam berselimut gelisah mencekam

Umat muslim diburu dengan ujung-ujung pedang

Rasulullah dikejar dalam bayang kematian

Cinta kasih dan ajaran kemuliaan

Disambut dengan kebencian dan hujatan

Kaum Quraish dibakar marah dalam kesumat membuncah

Mereka mencaci dan memaki

Mereka menghujat dan melaknat

Mereka telah siap menumpahkan darah

Kaum muslimin hanya dapat berlari

Kaum muslimin hanya bisa bersembunyi

Rasulullah menyerukan hijrah

Meninggalkan kota tercinta Mekkah

Meninggalkan segala kenangan dan sejarah

Menuju hidup baru yang penuh ampunan dan hidayah

Rembulan baru di Kota Madinah

Harapan baru di tanah penuh berkah

Itulah tonggak Tahun Hijriyah

Simbol Perjuangan yang tak kenal lelah

 

Malang, 18 November 2018

Riyono, S.Pd

SUMPAH PEMUDA

Sebuah sumpah dan janji abadi

Diucapkan di hadapan duka pertiwi

Di bawah langit nusantara bersaksi

Dalam naungan perkasa jemari illahi

 

Putra putri pertiwi bangkit dari puing-puing penderitaan

Merajut harapan dari segala perbedaan

Meletakkan segala ego kedaerahan

di bawah panji-panji persatuan

 

Sukma kami adalah cakrawala Indonesia

Tulang dan daging kami adalah tiap jengkal tanah subur dan rimba raya Indonesia

Darah dan air mata kami adalah tiap kelok sungai, telaga, dan lautan Indonesia

Bahasa kami adalah doa dan cita-cita untuk perdamaian dan kemakmuran Indonesia

 

Jiwa kami satu

Raga kami berpadu

 

Kami lahir dari rahimmu ibu

Kami akan menjagamu

Kami akan selalu ada untukmu

 

Malang, 26 Oktober 2018

Riyono, S.Pd

Musikalisasi Puisi ajang Tumpahan Kreasi Siswa di MTsN 2 Kota Malang

Kegiatan musikalisasi merupakan pembacaan puisi yang diiringi bunyi atau musik dan ini juga merupakan proses kolaborasi apresiasi seni antara musik, puisi dan juga cara membacakannya. Dengan hal tersebut sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dibina oleh Ida Mukarromah di MTs Negeri 2 Kota Malang ini rutin dilaksanakan di luar kelas untuk membuat mood mereka total dan menyenangkan. “Kadang mereka menentukan sendiri tempat yang mereka inginkan” kata Ida. Karena madrasah ini suasananya asri dan rindang membuat mereka betah berlatih mengeksperikan puisi yang di lagukan yang diiringi alat musik akustik. Salah satu siswa yang mengikuti kegiatan ekskul musikalisasi , Laela, mengatakan bahwa “puisi itu rangkaian kata indah namun lebih indah lagi ditambah iringan musik, membuat hidup ini semakin semangat untuk dijalani”. Kegiatan pagi penuh dengan materi yang memang harus dipelajari untuk bekal ilmu pengetahuan namun dengan keseimbangan bekal seni yang kita jalani membuat kecerdasan otak kita semakin sempurna, tambah Laela yang mempunyai hobby menyanyi sejak di bangku sekolah dasar.

Setiap tahunnya kegiatan ini hanya menerima anggota paling banyak hanya 14 siswa yang terdiri dari 2 team dan setiap teamnya terdiri dari 7 siswa. Kebanyakan dari siswa yang mengikuti kegiatan ekskul ini sudah menguasai minimal satu alat musik terutama gitar. Dengan bekal itu pelatih dengan mudah melatihnya. Dan rata- yang rata dari mereka suka musik dan olah vokal. Seleksinya diawali dengan adanya formulir pendaftaran yang diadakan di madrasah dan melalui seleksi tersebut pelatih dan para senior mereka yang rata-rata kelas 9 memilih calon anggota yang memang mempunyai bakat di bidang musik dan olah vokal. Disela-sela latihan, pelatih mengatakan bahwa persiapan ini untuk kegiatan pelepasan kelas IX di hari Rabu 24 Mei tahun ini di Hotel Gajah Mada. “ Mereka sangat antusias dan ingin menampilkan yang terbaik untuk acara tersebut” kata Ida saat menutup latihannya.

Tak mengherankan dengan latihan rutin di siang hari di suasana yang santai namun serius dan ditangani oleh pelatih yang telaten dan kreatif membuat kegiatan ekskul pernah menjadi juara I tahun 2015 tingkat Jawa Timur yang diadakan di Malang dan pesertanya berasal dari SMP/ MTs yang ada di Jawa Timur. Ida menekankan pada siswa untuk enjoy melakukan sesuatu dan jangan berharap jadi juara dalam lomba, namun kalaupun jadi juara itu adalah bonus dari apa yang telah dikukan selama ini. Seni tidak dapat dipaksakan namun dikreasikan dan dinikmati keindahannya. Kadang karena keasyikannya berlatih mereka sampai lupa pulang sekolah, untungnya orang tua mereka mendukung dan memahami bakat anak-anak mereka. Jadi saat pulang latihan di sekolah pasti semua orang tua sdh ada di depan gerbang untuk menjemputnya. Atas dasar itulah Ida semakin semangat untuk menemaninya saat berlatih.

Microphone and mixing console.

Dengan fasilitas studio musik yang memadai membuat proses latihan ekskul ini tidak banyak kendala yang dihadapi. Yang kadang jadi kendala adalah membuat sebuah puisi menjadi sebuah lagu yang diiringi alat musik. Dengan metode sharing together dengan semua siswa hal sesulit apapun menjadi akan lebih muda. “Anak muda sekarang penuh inspirasi dan gagasan dalam bermusik” kata Ida disela-sela latihan. Salah satu siswa yang mahir memainkan alat musik gitar, Jatih, mengatakan “lagu itu kadang dengan mudah diciptakan dan selanjutnya dinyanyikan yang diiringi dengan alat musik tapi saat kondisi yang tidak mendukung ide itu nggak muncul-muncul”. Tempat juga menjadi hal utama dalam menciptakan puisi, tambahnya. Namun melaui diskusi dengan semua teman di kegiatan ini hal ini akan mudah dipecahkan dan diselaraskan denga musik yang akan mengiringi puisi.

 

sumber :

http://musliminyeni.gurusiana.id/article/musikalisasi-puisi-ajang-tumpahan-kreasi-siswa-di-mtsn-malang-2-1747642